Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Modifikasi super kips ninja

http://iwanbanaran.files.wordpress.com/2010/04/skips31.jpg

Buat yang memiliki motor Kawasaki Ninja 150 RR dan Kawasaki Ninja R 150 bermesin Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalves System) tentunya sering dibuat dongkol saat tiba-tiba tenaga mesin ngedrop dan menahan terutama di putaran atas. Belum lagi tiba-tiba asap knalpot jadi sangat banyak dan bensin jadi lebih boros.

Apa bila Superkips Kawasaki Ninja RR macet, tentu tak bekerja optimal. Tenaga motor berkurang dan kerak gas bekas numpuk tebal.

Super KIPS (Super Integrated Power Valve Sistem) pada Kawasaki Ninja RR bagaikan Variable Timing Valve pada mesin 4-tak mobil canggih. Bedanya Super KIPS bertugas membuka-tutup lubang buang. Fungsi Super KIPS bisa dimaksimalkan dengan mengakali kekerasan per penekan batang pembuka governor. Jadi tanpa korek mesin karakter mesin bisa berubah, tinggal pilih mau enak tarikan bawah atau dahsyat di putaran atas.

Terdiri dari rangkaian per bola sentrifugal dan ring. Pada Ninja RR Standar, bola sentrifugal akan terlempar penuh pada 7.000 rpm.

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQT_5hZiuMqwi92P65R8eMOwSf4YjJ_bd_53BLon19Swt2ESy45

Bergesernya bola, menekan per dan batang Super KIPS membuka lubang tambahan, sama kaya kerja kopling otomatis pada motor bebek ketika kita menginjak persneling. Nah, kalau mau ngerubah karakter, sisipin aja ring dengan diameter luar 28mm, diameter dalem 15mm dan tebal 1mm pada rangkaian sebelum per, mirip dengan mengganjal per klep.


Hasilnya per menekan lebih keras. Pergeseran bola sentrifugal cepat direspon. Super KIPS pun cepat membuka, cocok untuk mesin rpm tinggi. Kalau masih kurang tambahin aja beberapa ring biar Super KIPS membuka pada putaran lebih rendah.

Jika Ring diletakkan setelah per, efeknya berkebalikan. Pergeseran bola hanya sedikit,
hasilnya bukaan Super KIPS tertunda.

Cara Merawat Girboks Skubek,Tidak Sulit

Biasanya oli transmisi / gearbox motor matic di isi dengan sisa dari pengisian oli mesin (SAE10/40).
hal ini akan menyebabkan tarikan motor menjadi berat karena oli mesin masih terlalu kental untuk dipakai di gearbox CVT, sedangkan oli transmisi pada motor CVT seharusnya memiliki tingkat kekentalan / viscosity yang sangat tinggi (encer) sehingga menjadikan tarikan lebih enteng dan lancar.


Penggantian oli girboks terlalu lama menyebabkan pemilik skubek terbuai. Terbuai suasana malas melakukan perawatan komponen satu ini, hingga menyebabkan risiko fatal.

http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2011/03-Maret/20110323girboks_FN.jpg

Jika volume oli kurang, part mudah terkikis. Kalau sudah aus, pertemuan antar gigi rasio jadi rengang. Di dalam girboks terdengar suara dengung meski volume oli pas.Lain hal jika oli habis atau kering karena ada bagian yang bocor atau terlalu lama tidak diperiksa.karena terbawa suasana tadi. Risikonya, gir rasio bisa saja terkunci atau nyeket bahasa anak bengkelnya.

Oli girboks kurang bikin gir berikut as bekerja lebih keras. Akibatnya laher oblak dan bikin karet sil di as roda dan rumah CVT rawan robek. Akhirnya banyak komponen yang mesti diperbaiki.
Padahal syarat bikin girboks tetap prima caranya mudah. Kata Pak Mus, yang perlu diingat batas waktu pengantian oli girboks digandeng perawatan berkala macam ganti oli mesin. "Saat lakukan pengantian oli mesin ke-4 (tiap 2.000 km) atau setelah masa pakai mencapai 8.000 km di odometer. Saat itu juga oli girboks ganti baru pakai oli spesifikasi SAE 10W.

Untuk gantinya, buka baut 12 pembuangan di bawah. Dan tutup atas sebagai tempat pengisian, agar semua oli terkuras habis. “Kalau cuma ganti, volume oli yang dimasukkan sekitar 100 cc. Tapi, kalau dikuras hingga kering, baiknya ditambah sekitar 20 cc lagi.

Ingat, jangan biasakan isi oli girboks melebihi batas yang sudah ditentukan. Sebab tekanan di dalam ruang giboks makin tinggi hingga menyebabkan karet sil gampang jebol.

Korek Ala Thailand

Bukan zamannya lagi motor kencang identik dengan suara knalpot berkoar. Apalagi sekarang banyak motor berisik ditilang polisi. Nah, lebih baik tidak berisik tapi masih tetap biasa diajak ngibrit. Tiru saja trik dari Thailand yang ketat aturan polusi suaranya.



Siapapun pengguna knalpot racing di jalanan pasti kena tilang. “Itu fenomena yang terjadi di sini,” jelas Supat Tantanung, bos TDR Thailand ketika riding bareng Em-Plus di jalanan Bangkok sambil menunjuk semua motor di sana kanlpotnya standar.

Lalu bagaimana kencang tapi aman tanpa diburu polisi. Daripada macam penjahat atau koruptor yang selalu main kucing-kucingan. Nih caranya.
Trik yang paling simpel diterapkan bikers Thai mengakali knalpot standar tapi tenaga meningkat. Tidak mengubah atau bobok silencer agar suara cempreng. Kalau begini pasti ketahuan polisi.

Untuk itu hanya leher pipa buang yang diganti. Dibikin lebih besar atau tekukan lebih landai. Ini Em Plus jumpai di super market variasi Panom di Thai. Banyak banget leher knalpot racing.

Kondisi seperti ini dirasa enak bagi pengguna Yamaha. Sebab leher knalpot bisa dilepas. Seperti di Jupiter-Z atau Scorpio. Antara silencer dan leher memilii sambungan yang bisa dilepas. Tinggal diganti leher racing sudah ngibrit.

Trik macam ini pernah dites Deden Arsyad, mantan pembalap era 80-an. Bersama Honda Jepang melakukan riset di motor balapnya. “Ganti leher knalpot sudah mengubah karakter mesin,” jelas Deden.

Nah, kalau hanya ganti leher tidak perlu ubah spuyer. Sebab dari hasil dynotest, mesin 4-tak standar ganti knalpot racing tidak perlu ganti spuyer. Kalo maksain spuyer digendein tenaga malah melorot.



Cara ini memang trik paling halus. Tidak diketahui lawan kalau motor besutan ente tenaga sudah melonjak. Seperti pernah dilakukan Tomy Huang dari BRT (Bintang Racing Team). Meriset Supra X 125 tenaganya bisa 14 dk hanya mengandalkan knalpot standar. Naik jauh dari standar yang berkisar 9,7 dk.

Angka itu didapat sebagian besar dari main porting lubang isap dan buang. Aliran gas bakar dibikin lebih landai. Agar lalu lintas gas bakar lebih singkat dan bersih. “Hasilnya pembakaran maksimal,” jelas Tomy yang menjual Honda Supra X 125 versi racing harian.

Selain itu, Tomy Huang juga menerapkanm teknologi seperti biker Thai. Pasang CDI yang mangatur ulang waktu pengapian. Biasanya dibikin advanced sekitar naik 1-2 derajat dari standar pada putaran atas. Bawahnya masih dibiarkan asli pabrik.

Sebagai pembuktian motor kencang dan gaul, di Thailand hanya ditunjukan lewat kaki-kaki. Terutama di skubek. Banyak dijumpai penggunaan pelek dan ban ceking. Diameter cukup gede, yaitu 17 inci. Seperti motor drag.

Sekarang lagi ngetop kaki-kaki mungil macam ini. Coba aja datang ke toko variasi di Thailand. Susah melacak pelek dan ban lebar. Kalau ada, peminat atau pembelinya pasti pedagang dari Indonesia.

Per Klep Racing Buat Mesin Matik

Per Klep Racing  Buat Mesin Matik,tujuan mengganti per klep adalah untuk mempercepat penutupan klep kembali pada tempat duduknya.jika klep masih menggunakan per standar, maka penutupan klep akan terjadi keterlambatan dan akurasi timing klep menjadi berkurang sehingga dapat menurunkan performa mesin pada putaran tertentu. fenomena ini biasa disebut "floating"(ngambang),nah, mengganti per klep dapat mengurangi gejala ini.

http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2011/03-Maret/20110323perklep_FN.jpg

Per klep adalah salah satu peranti vital dalam membuat engine berkitir sempurna. Tanpa didukung per mumpuni, porting terbaik pun bisa jadi percuma. Klep bisa floating alias ngambang ketika bekerja naik-turun di putaran tinggi.  Tapi, ada beberapa faktor sebelum memilih per mana yang bisa diandalkan. Terutama, bagi mesin matik.
Mesin matik buat balap, jarang bermain di angka 12.000 rpm lebih. “Selama ini, paling banyak bermain di 10.000–11.000 rpm. Jadi, tidak butuh per yang terlalu keras seperti per klep Jepang.
Matik, dengan kitiran rpm yang tidak lebih dari 13.000 masih bisa mengandalkan per klep yang berasal dari motor harian.

Sebab jika per klep terlalu keras, bisa berakibat enggak bagus bagi pacuan. Paling utama, bikin power drop di rpm tinggi. Sebab, kitiran mesin serasa tertahan. Apalagi kalau per terlalu keras menekan.
Efek lainnya, bisa menyebabkan bumbungan noken as jadi cepat aus karena friksi berlebih dengan pelatuk kem. Itu kalau dipakai satu race. Tapi kalau dipakai dua race, tentu menyebabkan seting tidak sempurna. Hitungan durasi sudah berbeda. So, itu artinya, faktor pertama pemilihan per klep ditentukan dari tinggi rpm yang dihasilkan engine.

         Per Klep Jepang
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRbhqgkOY-jHhOquIkhtHsgvBJyVi3Nr4ES5qgBhAkQiMTLWqoGhw


Berbeda kebutuhan dengan matik! Biasanya, pacuan bebek kerap diajak berkitir hingga putaran mesin sentuh 14.500 rpm. Kondisi ini, tentu butuh dukungan per klep lebih keras ketimbang standar. Jadi, klep tidak floating alias ngambang sesaat ketika naik-turun.



Kebutuhan ini, sekarang bisa ditopang per klep Jepang. Kemampuan per klep yang dijual seharga Rp 600 ribuan ini cukup alot buat diajak berkitir hingga limit engine bebek. 

Tapi pemakaiannya, sebaiknya didobel per kecil. Bisa juga pakai per klep kecil milik Kawasaki Kaze,
Sebelum adanya per klep Jepang, banyak mekanik yang andalkan per milik Sonic. Tapi, daya tahannya tentu tidak sebagus per klep Jepang.

Yamaha New Jupiter-Z Menggunakan Kopling Supra

Terobosan baru Yamaha New Jupiter-Z Menggunakan Kopling Supra, Yaitu menggunakan rumah kopling Honda Supra atau Grand sebagai pengganti bawaan standar clutch outer comp alias rumah kopling New Jupiter-Z.

Untuk kebutuhan balap mengganti mekanisme kopling New Jupiter-Z yang asalnya pegas diagframa jadi per spiral.Yang masih tetap punya New Jupiter-Z pelat penahannya dan gigi primernya.

http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2011/03-Maret/20110323supra_FN.jpg

Memasang rumah kopling Supra untuk New Jupiter-Z hanya mengandalkan sedikit ubahan. Lubang tengah rumah kopling Supra diperbesar sampai dirasa sesuai dengan as girboks New Jupiter-Z. Setelah itu dibubut 4-5 mm permukaan clutch outer comp Supra. Itu dilakukan untuk menyesuaikan kampas. Ada 5 kampas kopling harus dipasang ke clutch outer comp.

Ada 5 kampas kopling yang masuk ke rumah kopling Supra pakai punya friction clutch Yamaha Jupiter MX 135LC. “Yang bisa masuk pas ke rumah kopling Supra, generasi MX 135 generasi 2010. Jangan pakai MX 135 di bawah generasi 2010 karena memang berbeda.

Pilihan caplok rumah kopling Supra karena bobotnya yang ringan. Ada juga pilihan pakai clutch outer comp MX 135, tapi berat dan besar. Rumah kopling MX berat yang berisiko bikin as girbox patah kalau dipakai untuk balapan. Juga punya MX lebih besar, dikhawatirkan menyulitkan ketika merancang bak kopling.

Membuat Yamaha Jupiter-Z Lebih Bertenaga

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRAb9GBFNXNtYhlX2mo-u9hLLzb9zuI8h9yU8Z_In70En3AJMVz
 Kampas Kopling FR

Yang  Membuat Yamaha Jupiter-Z kurang tenaga yaitu kampas koplingnya.Sistem kerja kampas kopling adalah memberi dongkrakan ke mesin saat pengendar memasukkan gigi, karena kampas kopling salah satu peranti transfer tenaga. Karena kerjanya bergesekan dengan pelat kopling, maka mau tidak mau itu pasti akan habis.

Biar lebih awet dan tenaga makin oke, Amin mengadopsi kampas kopling Suzuki FR-80 menggantikan bawaan Jupiter-Z. Untuk pakai kampas kopling Suzuki ini butuh penyesuaian. Emangnya gak langsung pasang apa ya?

Ya enggak lah. Karena kampas kopling FR80 lebih lebar dan tebal ketimbang Jupiter, maka tempat wadah KK atau biasa disebut kaki empat mesti dikikis sesuai ukuran kampas kopling.

“Seandainya part itu tidak dipapas, kampas kopling enggak akan bisa dipasang,"

 http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQk--ZaQGL2pzzKJZ4yZmneT3c506Cusg-PujN6I_lxyMBmzfm9DQ

Merembet ke yang lain?
Karena selain itu, rumah kopling juga ikut diperbesar dengan cara praktis. Yakni, digerinda atau dikikir bagian kaki-kakinya. “Kurang lebih 1-2 mm.
Nah rasakan sendiri hasilnya gan,,
pastih tidak lemot lagi & lebih bertenaga,lebih awet,,,,